DMCA.com Protection

Kategori

Home » » Cinta dan perkawinan

Cinta dan perkawinan


hy mas bro dan mba bro,kalian pasti sudah mendengar yang namanya CINTA ataupun PERKAWINAN,
disini saya memiliki sedikit memiliki cerita tentang cinta dan perkawinan,
nah kali ini saya mengangkat cerita dari seorang siswa yang sedang bertanya kepada gurunya.

Suatu hari,siswa tersebut bertanya kepada gurunya,"Wahai guruku,saya ingin bertanya"
Pada saat itu gurunya pun membalasnya,"Wahai anakku,apa yang akan kamu tanyakan kepadaku"
sang anak pun bertanya kepada gurunya,"Apa itu cinta ?
dan bagaimana saya dapat menemukannya ?"
gurunya pun menjawab pertanyaan muridnya itu,"Pergilah di sebuah
taman bunga yang sangat luas yang dipenuhi oleh banyak bunga yang indah nan segar,berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali,kemudian ambillah satu bunga.Jika kamu menemukan bunga yang kamu anggap paling
menakjubkan,artinya kamu telah menemukan cinta".Siswa pun akhirnya berjalan,dan tidak lama kemudian,
dia kembali dengan tangan kosong,tanpa membawa apapun.

Gurunya menjawab,"Mengapa kamu tidak mengambil satu pun bunga di taman itu?"
Murid tersebut menjawab,"Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)
Sebenarnya aku telah menemukan bunga yang sudah saya anggap menakjubkan,tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana,
jadi tidak kuambil bunga tersebut.Saat kumelanjutkan perjalanan lebih jauh lagi,saya baru menyadarinya bahwa bunga yang kutemukan tak sebagus dengan
 bunga yang tadi,jadi tak ada kuambil bunga walaupun satu.

Kemudian gurunya menjawab "Jadi yaa begitulah cinta nak"

Di hari yang lain, Murid bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
 Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi.
Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah seluruh taman bunga, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"



NOTE :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan...
tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan,
ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya,
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya

0 komentar:

Posting Komentar